Pandemi Bawa Untung, Pengusaha Kuliner Asal Surabaya Ini Buka Puluhan Cabang Baru

Berlangsung hampir dua tahun, pandemi Covid-19 ternyata tak hanya membawa dampak negatif.

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Ajeng Nur Anisa (30) sukses membuka 40 mitra bisnis kulinernya selama 4 tahun terakhir. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Berlangsung hampir dua tahun, pandemi Covid-19 ternyata tak hanya membawa dampak negatif.

Seperti yang dialami oleh Ajeng Nur Anisa, perempuan asal Kota Surabaya yang bisnisnya justru melejit saat pandemi.

Pemilik bisnis kuliner Karnevor ini mengaku, selama pandemi bisnisnya justru berkembang semakin pesat.

"Karena dasarnya Karnevor ini home service BBQ, jadi relate sama anjuran pemerintah selama pandemi. Yakni di rumah saja," ujar Ajeng Nur Anisa saat ditemui di salah satu kedai kawasan Medokan, Surabaya.

Karena makan di tempat saat pandemi berpotensi terjadi penularan virus, maka banyak yang menghindari untuk datang dan makan langsung di restoran.

Penyedia home service atau delivery makanan jadi makin diminati. Terutama saat PPKM Darurat seperti saat ini.

Baca juga: Dari Hobi Kulineran, Ajeng Nur Anisa Kini Punya Bisnis BBQ 40 Cabang di Indonesia

"Mungkin banyak yang bosan di rumah saja. Tapi mau keluar makan all you can eat khawatir kondisi lagi seperti ini. Akhirnya banyak yang order home service BBQ ke Karnevor. Karena kebetulan juga bisa untuk rame-rame. Jadi cukup satu keluarga inti," kata Ajeng.

Ajeng menuturkan, selama pandemi bisnis kuliner Karnevor miliknya meningkat hingga berkali-kali lipat. Terbukti dari dibukanya cabang kemitraan baru di berbagai kota di Indonesia.

Padahal sebelum pandemi, Ajeng mengaku hanya ada 10 cabang kemitraan Karnevor yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Timur.

"Saat pandemi ini cabangnya menjadi 40 kemitraan di seluruh Indonesia. Jadi peningkatan buka cabang baru sampai 300 persen," papar Ajeng.

Saat PPKM darurat saat ini pun, Karnevor juga dibanjiri orderan home service BBQ. "PPKM ini peningkatannya lebih luar biasa lagi. Bisa sampai 600 persen lah naiknya," imbuhnya.

Jika sebelum PPKM sebagian besar pemesanan Karnevor berasal dari instansi atau kantor swasta, saat i i didominasi keluarga rumahan.

Baca juga: Suka Bisnis Sejak Kuliah, Ajeng Nur Anisa Pernah Jualan Kalung Flanel hingga Jilbab

"Sebelum PPKM ini banyak instansi dan perusahaan swasta yang pesan paket BBQ ke kantor mereka. Biasanya kan meeting itu harus keluar, mereka pilih bawa restorannya ke kantor. Lebih aman saat pandemi seperti ini," Ajeng menjelaskan.

Meski pandemi membawa banyak dampak positif dalam bisnisnya, tak bisa dipungkiri bahwa kondisi serba terbatas seperti saat ini cukup membatasi ruang geraknya.

Imbasnya, persediaan daging sapi dengan standard kualitas yang ditentukan Karnevor menjadi sulit. Seperti yang dialaminya saat ini, Ajeng mengaku kesulitan mendapatkan daging sapi yang biasa ia pakai.

Ajeng Nur Anisa (30) sukses membuka 40 mitra bisnis kulinernya selama 4 tahun terakhir.
Ajeng Nur Anisa (30) sukses membuka 40 mitra bisnis kulinernya selama 4 tahun terakhir. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA)

"Akhirnya ya gimana pun harus ada. Saya juga gak mau menurunkan kualitas. Akhirnya pakai jenis daging Wagyu. Meskipun agak mahal yang terpenting kualitas tetap baik," paparnya.

Untuk memenuhi permintaan mitra di masing-masing cabang, Ajeng menyediakan daging sapi pilihan sesuai standard US. Setiap mitra akan mendapatkan suplay daging yang sudah dibumbui dari Karnevor pusat yang terletak di Surabaya.

Ajeng menargetkan tahun 2021 ini bisa membuka cabang di seluruh pulau Jawa. Sedangkan tahun depan bisa ekspansi hingga ke seluruh Indonesia.

"Semoga rencana akhir tahun ini dan tahun depan untuk go nasional bisa tercapai sesuai target," harapnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved