Kota Kediri Disebut Jadi Service City Penanganan Pandemi Covid-19 yang Scientific

Pemerintah Kota Kediri brkomitmen menjadikan wilayanhnya menjadi Service City terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin selaku Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri saat menjadi pembicara di acara 'Talkshow Memperkuat Kota Kediri Sebagai Service City di Tengah Pandemi' dalam rangka memeringati HUT Kediri ke-1.142, Senin (26/7/2021). 

TIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Kediri brkomitmen menjadikan wilayanhnya menjadi Service City terutama dalam penanganan pandemi Covid-19

Berbagai upaya dan kebijakan komprehensif diterapkan untuk mencapai misi besar tersebut. 

Pemerintah Kota Kediri juga melibatka peran masyarakat dalam akelerasi teknologi digital supaya bisa mencapai tujuan bersama. 

Seperti yang dkatakan oleh Rektor Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin. Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh Pemkot Kediri dalam menangani pandemi Covid-19 bukanlah asal-asalan. 

Baca juga: Cerita Rakyat Jawa Timur, Sejarah Reog Ponorogo, Tarian Perang Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo

"Karena tujuan Kota Kediri ini menjadi Service City, pihak Pemkot saya lihat sudah mengambil upaya terbaik. Penanganan pandemi yang scientific. Jadi tidak asal," kata Zainuddin saat menjadi pembicara di acara 'Talkshow Memperkuat Kota Kediri Sebagai Service City di Tengah Pandemi', Senin (26/7/2021). 

Ia mengatakan, penanganan pandemi yang scientific oleh Pemkot Kediri ini berbasis public health. Di mana, hal tersebu merupakan komponen penting. 

Ada tiga hal yang menurutnya menjadi permasalahan dalam pandemi. Yang pertama adalah manusia atau penderitanya. Menyikapi sumber daya manusia di wilayahnya, Pemerintah Kota Kediri dinilai mengambil kebijakan yang tepat. 

"Yakni dengan memberikan fasilitas kesehatan yang menunjang kesembhan bagi penyintas Covid-19. Pemkot meembuatkan rumah sakit khusus perawatan pasien," jelas dia. 

Tak hanya itu, untuk menjaga masyarakat yang tidak terinfeksi virus, pihak Pemkot Kediri juga disebutnya tak lalai. 

Baca juga: Berawal dari Iseng, Bisnis Kaktus Rumahan di Kediri Raup Omzet Jutaan Rupiah

"Tidak cuma yang sakit. Bagi yang tidak terpapar atau sehat juga diperhatikan. Jadi bukan berarti sibuk mengurusi yang sakt kemudian yang lain dilupakan," katanya. 

Faktor kedua yang menjadi permasalahan dalam pandem ini adalah virus itu sendiri. Masyarakat dihadapkan dengan materi tak kasat mata berupa virus. 

"Virus ini lebih kecil dari partikel debu. Pemkot Kediri menyikapi hal demikian ini dengan melakukan tracing ke seluruh wilayah. Tujuannya untuk memetakan wilayah mana dengan pasien infeksius dan pembagian zona," paparnya. 

Zainuddin menuturkan, faktor ketiga yang tak kalah penting adalah lingkungan, baik secara fisik maupun non fisik. Fisik, artinya lingkungan sekitar di mana virus berada.

"Sedangkan non fisik ini perilaku manusianya. Bagaimana mereka menerapkan anjuran pemerintah untuk tahap pencegahan seperti perilaku 5M. Pemkot Kediri juga ters menggalakkan penyuluhan pada masyarakat," tuturnya. 

Zainuddin mengaku, Pemkot Kediri juga aktif mengajak warga masyarakatnya untuk turut serta dalam program Service City ini. 

"Kami dari IIK juga seing dilibatkan sebagai relawan dalam penanganan Covid-19. Semoga nanti ke depannya Kota Kediri semakin maju dan rakyat sejahtera," tutup Zainuddin.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1147 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved