Cerita Atlet Bulu Tangkis Apriyani Rahayu yang Sudah Pegang Raket Sejak Usia 3 Tahun

Sosok pebulutangkis Apriyani Rahayu ternyata sudah mulai menyukai dunia bulu tangkis sejak dini.

(Pedro PARDO / AFP)
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) bereaksi setelah mendapat poin dari Greysia Polii Indonesia saat mereka memenangkan game pertama dalam pertandingan final bulu tangkis ganda putri melawan Jia Yifan dari China dan Chen Qingchen dari China selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. 

TRIBUNJAWIKI.COM, SURABAYA - Nama atlet bulu tangkis Apriyani Rahayu semakin terkenal sejak kemenangannya bersama Greysia Polii dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih emas dalam cabang ganda puteri mewakili Indonesia, mereka berhasil membawa pulang medali emas.

Sosok pebulutangkis Apriyani Rahayu ternyata sudah mulai menyukai dunia bulu tangkis sejak dini.

Disebutkan Apriyani Rahayu sudah memperlihatkan minat bulutangkis sejak kanak-kanak.

Dikutip TribunJatim Wiki dari Tribunnews Sultra, Apriyani Rahayu sudah memegang raket sejak usia 3 tahun.

Apriyani Rahayu (23) atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Apriyani Rahayu (23) atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020. (ISTIMEWA)

Minat dan bakat Apriyani tersebut diturunkan dari sang ibu yang dulunya atlet bulutangkis.

Sang ibu, Sitti Djauhar, semasa hidup kerap mewakili dinas untuk bertanding.

“Dia pegang raket itu sejak masih kecil, baru usia 3 tahun. Kebetulan mamanya, almarhumah pemain bulu tangkis dan dulu biasa mewakili dinas bertanding,” kata ayah Apriyani Rahayu, Amiruddin P.

Namun, kala itu, sang ibu memberikan Apriyani raket bekas.

“Makanya ada raket tapi mamanya tidak mau kasih raket yang bagus tapi raket bekas. Disambung-sambung itu raketnya,” jelas Amiruddin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved