PPKM Level 4 Resmi Diperpanjang, Berikut Syarat Naik Kereta Api dari Surabaya dan Malang

PPKM Level 4 Resmi Diperpanjang, Berikut Syarat Naik Kereta Api dari Surabaya dan Malang

ISTIMEWA/Dokumen PT KAI
Sebagai upaya dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di tanah air, PT KAI Daop 8 Surabaya rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan pada area stasiun dan sarana kereta. 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Pemerintah telah resmi memperpanjang PPKM Level 4 Jawa-Bali pada 10-16 Agustus 2021.

Perpanjangan PPKM Level 4 tersebut membuat beberapa moda tranportasi mengalami penyesuaian, salah satunya kereta api.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang masih menjalankan beberapa kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal selama masa PPKM.

Namun, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh calon penumpang kereta. Di mana persyaratan naik kereta api jarak jauh dan kereta api lokal berbeda.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan, untuk kereta api jarak jauh, calon penumpang harus melengkapi persyaratan perjalanan berupa surat hasil vaksin minimal dosis pertama.

"Kereta api jarak jauh, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan sudah divaksin. Minimal dosis pertama, baru bisa naik," ujar Luqman Arif, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Berikut Daftar Kereta Api yang Beroperasi dari Surabaya selama Perpanjangan PPKM Level 4

Selanjutnya, calon penumpang kereta api jarak jauh juga perlu memperlihatkan hasil tes Covid-19 baik Rapid Test Antigen maupun tes PCR.

Berikut syarat naik kereta api jarak jauh
1. Diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksinasi (min dosis 1);
2. Hasil negatif RT-PCR (2x24jam) atau RT-Antigen (1x24jam);
3. Pelanggan usia dibawah 12 tahun dibatasi untuk sementara;
4. Pelanggan dibawah 18 tahun, tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin; dan
5. Pelanggan dibawah 5 tahun tidak diwajibkan RT PCR maupun Antigen.

Baca juga: Kereta Api Gajayana

Lebih lanjut, Luqman Arif menuturkan, untuk syarat naik kereta api Lokal hanya dikhususkan untuk sektor esensial dan kritikal, yang dibuktikan dengan STRP atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh Pemda setempat atau surat tugas dari pimpinan perusahaan.

"Sementara itu, pelanggan kereta api lokal tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin maupun hasil negatif RT PCR/Antigen," katanya.

Luqman Arif memastikan, bahwa petugas akan melakukan pemeriksaan secara ketat persyaratan yang harus dipenuhi para pelanggan. Serta, syarat naik kereta selama PPKM juga diperhatikan.

Jika kedapatan tidak memenuhi persyaratan, maka tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan dan tiket akan dikembalikan 100 persen.

"Selain itu, untuk menjaga physical distancing, KAI hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk," ujarnya.

Ia mengatakan, pelanggan juga tetap wajib mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak baik saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan.

"PT KAI mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah pada masa pandemi untuk menekan penyebaran Covid-19," pungkas Luqman Arif.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved