Pentingnya Menerapkan Metode Blended Learning untuk Sambut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kemendikbud-Ristek telah menginstruksikan daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3 untuk menggelar PTM.

ISTIMEWA
Kemendikbud-Ristek telah menginstruksikan daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah menginstruksikan daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Meskipun pembelajaran tatap muka ini hanya boleh digelar secara terbatas dengan kapasitas 50 persen, setidaknya hal ini sudah menjadi angin segar bagi para murid, orangtua, dan para guru yang telah melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring selama lebih dari satu tahun.

Salah satu daerah yang akan melangsungkan PTM dalam waktu dekat adalah Provinsi Jawa Timur, di mana setidaknya ada 20 daerah di Jatim yang sudah diperkenankan untuk melakukan PTM.

Kegiatan PTM terbatas ini hanya berlaku untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di daerah yang masuk kategori level 2.

Baca juga: Menggali Potensi Anak Lewat Merdekan Belajar dan The 5 Stream Pathway di ECS Surabaya

Di antaranya Sampang dan Pamekasan, serta 18 daerah yang masuk kategori level 3 yakni, Pasuruan, Pacitan, Sumenep, Probolinggo, Tuban, Jember, Bojonegoro, Situbondo, Bondowoso, Nganjuk, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Lamongan, Gresik, dan Bangkalan.

Untuk mempersiapkan para guru dalam melangsungkan kegiatan PTM terbatas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggandeng Zenius sebagai platform edukasi teknologi untuk mengadakan rangkaian lokakarya untuk para guru di Provinsi Jawa Timur.

Lokakarya yang bertajuk “Menguasai Metode Blended Learning melalui Pembelajaran Interaktif” ini diselenggarakan selama 2 hari, mulai dari tanggal 2-3 September 2021 dengan total peserta sebanyak 5,000 guru-guru dari seluruh jenjang sekolah di Provinsi Jawa Timur.

Acara lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus, M.Sc,.

“Hingga saat ini, kita masih belum bisa meninggalkan kegiatan pembelajaran secara daring. Untuk itu, menguasai metode blended learning menjadi kebutuhan yang sangat penting. Terima kasih kepada Zenius yang telah mengadakan lokakarya bagi seluruh guru di Jawa Timur," ujar Emil Dardak.

Ia berharap, ada hal-hal konkrit yang dapat diciptakan bersama meski berada dalam situasi PTM terbatas seperti saat ini. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved