Tips Praktis Olahraga di Sela Aktivitas Kerja, Badan Sehat dan Terhindar dari Stroke 

Stroke yang sifatnya mendadak kerap membuat penderitanya mengalami dampak medis yang signifikan. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh beberapa hal.

ISTIMEWA
Ilustrasi stroke 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Indonesia masuk dalam daftar negara yang masyarakatnya tergolong rendah dalam melakukan aktivitas fisik terkait olahraga

Padahal, kebiasaan malas gerak atau mager bisa mendatangkan berbagai masalah. Mulai dari obesitas hingga serangan stroke

Seperti yang diketahui, stroke adalah pembunuh nomor dua paling mematikan setelah penyakit jantung. 

Stroke yang sifatnya mendadak kerap membuat penderitanya mengalami dampak medis yang signifikan. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh beberapa hal, termasuk gaya hidup sehat. 

"Stroke sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-sehari. Pola hidup yang tidak sehat mulai dari konsumsi makanan hingga minim gerak bisa jadi faktor penyebab serangan stroke," jelas senior doctor Kortex, dr Gigih Pramono, Sp.BS, dalam Hybrid Webinar Kortex bersama UNESA, beberapa waktu lalu. 

dr Gigih mengungkapkan, stroke berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan yang holistik dan komprehensif. Sebab, gaya hidup sebagai dasar utama yang harus diperbaiki, bukan sekadar mengobati. 

Kesehatan holistik, lanjut dr Gigih, membutuhkan setidaknya dua hal penting. Pertama kesehatan tulang belakang dan kedua soal sirkulasi darah yang lancar. Keduanya bisa didapatkan melalui olahraga yang rutin dan berkesinambungan. 

"WHO menganjurkan setidaknya seseorang memiliki waktu 150 menit dalam satu minggu dan membakar 300 kalori dalam sekali olahraga. WHO juga menyarankan apapun olahraganya harus disertai dengan olahraga cardio yang bersifat endurance, seperti jalan kaki, lari dan bersepeda," urainya.

Baca juga: Bahaya Stroke Mengintai Siapa Saja, Simak Sederet Tips untuk Menghindarinya 

Aktivitas Fisik Praktis untuk Cegah Stroke

Untuk menghindari serangan penyakit stroke, Kunjung Ashadi, S.Pd., M.Fis., AIFO selaku Sekretaris PKIK UNESA memberikan beberapa tips pencegahan. 

Kunjung Ashadi mengatakan, langkah pertama adalah mau bergerak dan melakukan aktivitas fisik khusus seperti olahraga. Untuk memacu aktivitas fisik, ia menyarankan untuk memulai dari hal kecil di sela rutinitas sehari-hari. 

"Setiap melakukan aktivitas bekerja atau belajar selama 25 menit atau 30 menit, selingi dengan beristrahat selama lima menit untuk beraktivitas fisik. Bangun dari tempat duduk dan jalan-jalan sebentar," ujarnya. 

Setelah melakukan peregangan sebentar, boleh kembali lagi ke laptop setelah lima menit. Hindari duduk di depan komputer berjam-jam tanpa waktu istrahat, risiko hipertensinya tinggi. 

Meningkatkan aktivitas fisik lainnya bisa dilakukan dengan memarkir kendaraan lebih jauh satu dari biasanya ketika di tempat kerja. 

"Lakukan itu secara konsisten. Kemudian bertahap ditambah satu meter lagi dan semakin ditambah. Dengan begitu ada kesempatan untuk melangkah," jelasnya. 

Kunjung juga menyarankan untuk menggunakan tangga jika tidak ada keperluan urgen di tempat kerja. 

"Misal tempat kerjanya lebih dari satu lantai, pakai tangga saja. Jangan lift. Misalnya, jika mau ke lantai enam. Gunakan tanggal dulu dari lantai satu ke lantai tiga. Baru kemudian dikasih hadiah pake lift. Semakin ke depan ditambah lagi," papar Kunjung. 

Baca juga: Kortex Bersama UNESA Gelar MoU dan Edukasi Terkait Stroke serta Pencegahannya 

Kunjung juga menjelaskan pentingnya stretching atau senam ringan di setiap memulai aktivitas pekerjaan. Contoh, saat menunggu windows di komputer siap, bisa meregangkan tangan dan sebagainya. 

"Bisa juga dibiasakan bersepeda. Selain jadi hobi dan gaya hidup, bersepeda juga penting dicoba untuk meningkatkan aktivitas gerak fisik. Bersepeda dengan teman dan keluarga akan lebih sehat dan bahagia lagi," ungkapnya. 

Tips Supaya Terpaksa Berolahraga 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved