Sosok Angeline Virginia Wong, Lukiskan Peristiwa Perobekan Bendera Hari Pahlawan pada Gaun Batiknya

Angeline Virginia Wong, remaja berprestasi asal Kota Surabaya Jawa Timur berhasil meraih nominasi RunnerUp 1 Puteri Batik Remaja Indonesia

ISTIMEWA
Angeline Virginia Wong, remaja berprestasi asal Kota Surabaya Jawa Timur berhasil meraih nominasi RunnerUp 1 Puteri Batik Remaja Indonesia. Angeline membatik sendiri busana yang ia kenakan saat ajang pageant nasional tersebut. 

SURABAYA - Angeline Virginia Wong, remaja berprestasi asal Kota Surabaya Jawa Timur berhasil meraih nominasi RunnerUp 1 Puteri Batik Remaja Indonesia beberapa waktu lalu. 

Menariknya, remaja kelahiran 10 Desember 2007 ini melukis sendiri kostum yang ia kenakan saat ajang Putri Batik Remaja Indonesia. 

Angeline membuat motif batik dalam gaun yang ia kenakan di ajang pageant level nasional tersebut. Angeline melukisnya satu persatu dengan teliti. 

"Gaun yang kemarin dipakai di ajang Puteri Remaja Batik Indonesia sengaja aku buat sendiri. Supaya kesannya lebih dapat dan kebetulan suka membatik juga. Sudah hobi," ujar Angeline, Selasa (9/11/2021) malam. 

Baca juga: Potret Fanusa, Hobi Renang hingga Dance Sejak Belia, Kini Fokus Dalami Passion Modeling 

Untuk konsep yang diusung, kata Angeline, ia memilih tema yang menceritakan soal peristiwa 10 November 1945 atau yang dikenal sebagai Hari Pahlawan. Secara spesifik ia mengambil fokus pada peristiwa perobekan bendera di Surabaya kala itu. 

Angeline Virginia Wong, remaja berprestasi asal Kota Surabaya Jawa Timur berhasil meraih nominasi RunnerUp 1 Puteri Batik Remaja Indonesia. Angeline membatik sendiri busana yang ia kenakan saat ajang pageant nasional tersebut.
Angeline Virginia Wong, remaja berprestasi asal Kota Surabaya Jawa Timur berhasil meraih nominasi RunnerUp 1 Puteri Batik Remaja Indonesia. Angeline membatik sendiri busana yang ia kenakan saat ajang pageant nasional tersebut. (ISTIMEWA)

"Batik yang saya buat termasuk Batik kontemporer. Batik kontemporer adalah batik yang polanya pada dasarnya menyesuaikan keinginan kita. Saya ada bikin 3 batik. Satu sapu tangan, satu syal/selendang, satu gaun (kerja sama dengan desainer Surabaya, Eko Rudianto). Sapu tangan dan Gaun saya keduanya menceritakan kejadian 10 November," papar Angeline. 

Baca juga: Surabaya Fashion Week 2021, Desainer Muda Asal Blitar Bawakan Busana Victorian Roman

Ditanyai soal motivasinya membuat batik sendiri untuk ajang pencarian bakat tersebur, Angeline ingin mengenalkan batik tidak hanya sebagai budaya dan warisan Indonesia, tetapi juga sebagai tren. 

"Batik juga adalah trend baru dan batik merupakan sebuah media bagi generasi muda untuk menuangkan inspirasi dan karya mereka. Kali ini saya menuangkan Sejarah kota saya, Surabaya, di selembar kain yang saya jadikan batik," ujarnya. 

Remaja yang aktif di bidang seni sejak kecil ini mengaku, selain hobi melukis batik ia juga hobi menyanyi dan menggambar. Bahkan, Angeline kerap menyanyi di acara internasional 

Kecintaannya pada batik membuat Angeline selalu mengampanyekan warisam budaya Indonesia tersebut di manapun berada. Termasuk saat ia diminta mengisi acara di berbagai wilayah. 

"Saya sering nyanyi di acara Internasional sekaligus mengenakan dan mengenalkan batik ke mata dunia. Saya mulai mengembangkan hobi dan passion menggambar saya menjadi membatik. Dan sekarang, saya menjadi pembatik cilik/muda di Indonesia. Sementara ini, fokus mengembangkan batik di Jawa Timur terlebih dahulu," ia menguraikan. 

Peraih gelar Puteri Batik Remaja Jawa Timur ini berharap, generasi Indonesia dapat semakin mencintai budaya Indonesia, khususnya Batik. Muda Berbatik, Muda Berkarya, Batik mendunia itulah tagline yang selalu ia pegang dan gaungkan. 

"Karena Batik adalah trend baru bagi Indonesia dan dunia. Yuk, Bersama-sama kita lestarikan Batik Indonesia, bahkan mungkin belajar membatik. Agar dunia pun mengenal kemampuan generasi Indonesia yang luar biasa," pungkasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1276 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved