Koleksi Himaya Series 2 Karya Ulfa Mumtaza, Suguhkan Keunikan Wastra Nusantara 'Batik Gedog' Tuban

Desainer senior, Ulfa Mumtaza asal Madiun banyak memgubah arah karyanya selama pandemi Covid-19. 

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Himaya Series karya Ulfa Mumtaza 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Pandemi menggeser beberapa tren dalam fashion, salah satunya baju pesta yang makin jarang dicari. Hal ini membuat para fashion desainer harus berinovasi membuat koleksi non baju pesta untuk memenuhi kebutuhan pasar. 

Seperti yang dilakukan desainer senior, Ulfa Mumtaza. Desainer asal Madiun ini banyak memgubah arah karyanya selama pandemi Covid-19. 

Jika dulunya hasil rancangan desainer kawakan ini didominasi oleh busana pesta berpadu Wastra Nusantara, kini koleksinya diwarna dengan busana-busana ready to wear. 

"Belajar banyak dari pandemi di mana permintaan baju pesta berkurang. Saya coba memutar otak bagaimana supaya bisa terus berkarya meski pandemi. Akhirnya mulai membuat busana ready to wear di beberapa koleksi," ujar Ulfa Mumtaza saat dihubungi, Selasa (16/11/2021).

Ulfa menuturkan, koleksi yang ia tampilkan dalam Surabaya Fashion Week 2021 lalu merupakan koleksi ready to wear series kedua. Ia kembali menghadirkan seri Himaya dengan look dan sentuhan berbeda. 

Sebelumnya, Ulfa Mumtaza melaunching Himaya Series sebagai koleksi ready to wear karyanya di masa pandemi. Himaya Series 2 ini disebutnya sebagai pengembangan dari koleksi sebelumnya. 

Ada 8 look koleksi Himaya Series 2 yang ia tampilkan. Mulai dari jajaran outer hingga celana melengkapi koleksi ini. Yang membuat menarik dalam koleksi Himaya Series 2 ini hadirnya saku-saku yang tidak semua ditemui dalam koleksi sebelumnya. 

"Himaya Series 2 ini juga mengusung konsep oversize, sehingga cocok dipadupadankan dengan busana lainnya. Karena cutting oversize ini juga membuat koleksi kedua Himaya cocok untuk casual hingga formal," jelas Ulfa. 

Proses pembuatan 8 look koleksi busana ini disebut Ulfa Mumtaza tak membutuhkan waktu lama. Kurang dari dua bulan, koleksi ini siap diluncurkan. Meski dalam masa pandemi, Ulfa mengaku tak menemui kesulitan berarti dalam proses pembuatannya. 

"Prosesnya tidak sampai 2 bulan untuk menyelesaikan semua koleksi Himaya Series 2 ini. Karena basic koleksi ini mengembangkan dengan sentuhan baru dari koleksi sebelumnya. Kesulitan saya rasa tidak menemui kendala yang berarti ya," papar Ulfa. 

Untuk melengkapi koleksi Himaya Series 2 miliknya, Ulfa Mumtaza menambahkan aksen Batik Gedog dari Tuban. Menggunakan kain Wastra Nusantara seperti batik memang menjadi ciri khas Ulfa sejak lama. 

Hampir semua koleksinya pasti dikombinasikan dengan kain warisan budaya Indonesia tersebut. Seperti kali ini, keindahan motif Batik Gedog menjadi pembeda karya Ulfa dengan desainer lainnya. 

"Seperti biasanya, saya selalu menyelipkan batik dalam koleksi-koleksi yang saya luncurkan. Pada dasarnya semua batik bagus. Tak ada yang jelek. Tapi pemilihan Batik Gedog kali ini karena saya rasa yang paling pas kombinasinya," jelas Ulfa. 

Batik Gedog yang dibuat dengan cara ditenun menjadikan motifnya didominasi bentuk kotak-kotak atau garis. Gambar-gambar simetris dalam Batik Gedog sangat cocok dipadukan dengan konsep Himaya Series 2 yang memakai tambahan kain tenun. 

"Kalau kita lihat model Batik Gedog yang seperti tenun ini sangat pas dipadukan dengan kain lurik. Keduanya bisa menyatu menjadi sebuah busana yang utuh. Tidak tabrakan. Mungkin kalau batik model lain malah bertabrakan dengan lurik," Ulfa menguraikan. 

Baca juga: Koleksi Busana Sheza by Anne, Inspirasi Bunga Lilac yang Manis Hiasi Malam SFW 2021 

Selain menggabungkan Batik Gedog asal Tuban dan kain lurik, Ulfa Mumtaza juga mengombinasi koleksinya dengan kain linen. Tekstur kain linen dinilai paling pas disandingkan dengan dua Wastra Nusantara tersebut. 

"50 persennya memang batik. Setengahnya kombinasi lurik dan kain polosnya saya pakai linen yang paling pas. Tujuannya supaya menghasilkan look yang elegan dan bisa dipakai dalam segala acara," kata Ulfa. 

Tujuannya mengusung koleksi dengan tambahan Wastra Nusantara seperti batik adalah ia ingin batik bisa dipakai di semua kalangan, baik tua maupun muda. Batik yang identik dengan kesan formal dan enggan dipakai oleh pada milenial ingin ia hilangkan. 

"Ingin mengubah mindset batik hanya untuk acara formal atau batik untuk orang tua saja. Melalui koleksi ini, saya berharap semua usia bisa pakai batik. Baik acara formal maupun untuk look casual," tutup Ulfa.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1286 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved