Mayapada Hospital Surabaya Resmi Dibuka, Siap Jadi Hub Rumah Sakit di Indonesia Timur

Mayapada Hospital Surabaya Targetkan Kurangi Kunjungan Pasien ke Luar Negeri untuk Jaga Devisa, Siap Jadi Hub RS di Indonesia Timur

SURYA/HABIBUR ROHMAN
Peresmian Mayapada Hospital 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Banyaknya kunjungan pasien yang berobat ke luar negeri menyebabkan larinya devisa ke negara lain. Tak kurang dari Rp 34 triliun devisa negara yang lari keluar karena pengobatan pasien ke negara tetangga.

Bahkan sebelum pandemi, devisa dari sektor kesehatan yang lari keluar mencapai nominal Rp 100 triliun.

"Padahal jika kita bandingkan kualitas rumah sakit dan layanan kesehatan di Indonesia ini tidak kalah bagus dengan di luar negeri," ungkap Jonathan Tahir selaku Group CEO Mayapada Healthcare saat Grand Opening Mayapada Hospital Surabaya, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Mengenal Mitos dan Fakta Soal Vaginismus yang Harus Diketahui, Bukan Ketakutan dan Penyakit Mental

Jonathan mengatakan, bersamaan dengan peresmian Mayapada Hospital Surabaya ini ingin memberikan layanan kesehatan yang tak kalah lengkap dengan rumah sakit di luar negeri

Mayapada Hospital Surabaya, lanjutnya, akan menjadi salah satu rumah sakit rujukan medical tourism sekaligus hub bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur dan Surabaya khususnya.

"Jadi masyarakat tak perlu jauh-jauh berobat ke ibu kota atau bahkan luar negeri. Karena Mayapada Hospital Surabaya juga siap melayani," ujarnya.

Hadirnya rumah sakit yang terlletak di jalan utama Mayjen Sungkono No 20, Kota Surabaya ini diharapkan mampu mendukung program pemerintah terkait sumbangsih terhadap devisa negara.

"Program pemerintah terkait devisa ini ada dua, defensif dan ofensif. Defensif kita menghambat devisa untuk keluar dan ofensif dengan menarik masyarakat asing untuk berobat ke Indonesia. Jadi tak hanya mengurangi devisa ke luar tapi juga menambah," papar Jonathan.

Jonathan menjelaskan, momentum Covid-19 yang berdampak besar dalam berbagai lini kehidupan termasuk layanan kesehatan ini memberi peluang besar. Ia optimistis Mayapada Hospital Surabaya mampu bersaing dan meraih target mereka.

Pandemi Covid-19 menyebabkan sulitnya masyarakatnya untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut Jonathan, ini menjadi peluang besar bagi rumah sakit untuk mengenalkan berbagai layanan kesehatan.

Baca juga: Mengenal Terapi Suntik Botox hingga Dilatasi Mandiri untuk Pasien Vaginismus

"Karena Covid orang kesulitan berobat ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia, ini kesempatan rumah sakit termasuk Mayapada Hospital untuk menunjukkan kalau layanan kesehatan di dalam negeri itu tidak kalah bagus. Kami juga sudah menggunakan teknologi tercanggih dengan tim dokter ahli di bidangnya," jelasnya.

Mempersiapkan diri sebagai rumah sakit unggulan, Mayapada Hospital Surabaya menyediakan berbagai layanan dann fasilitas kesehatan unggulan. Salah satunya Cardiovascular Center dengan spesialisasi jantung dan bedah jantung.

Jonathan mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan dokter ahli bedah jantung, sehingga banyak pasien yang memilih berobat ke luar negeri. "Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan akan dokter bedah jantung yang memang ahli di bidangnya. Karena sakit jantung ini ada yang memerlukan intervensi pembedahan level mendalam. Kami sediakan para dokter bedah yang ahli," ia menguraikan.

Meski menargetkan segmen menengah dan menengah ke atas, Mayapada Hospital Surabaya juga melayani pasien dari seluruh kalangan tanpa kecuali.

"Kami juga mendukung program pemerintah dengan menjadi salah satu rumah sakit rujukan BPJS Kesehatan. Selain itu, kami juga bergabung dalam kelompok rumah sakit yang ditunjuk dalam program Medical Tourism," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1287 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved