Pasangan Program Bayi Tabung RSIA Kendangsari Surabaya Sempat Tertimpa Musibah dan Bayinya Prematur 

Pasangan Program Bayi Tabung RSIA Kendangsari Surabaya Sempat Tertimpa Musibah dan Bayinya Prematur 

TRIBUNNEWSWIKI.COM/MELIA.LUTHFI.HUSNIKA
Didik Santoso dan Titin pasangan program bayi tabung RSIA Kendangsari Surabaya bersama Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp. OG(K), Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Kehadiran buah hati dinantikan hampir semua pasangan yang menikah. Namun, beberapa pasangan memerlukan perjuangan yang ekstra untuk memeperoleh momongan. 

Seperti yang dilalui pasangan suami istri asal Jawa Timur, Didik Santoso (43) dan Titin (35). Mereka harus menempuh berbagai hambatan sampai akhirnya berhasil memperoleh momongan kedua. 

"Kami menunggi 11 tahun lamanya untuk punya anak kedua. Tapi tidak kunjung dapat. Akhirnya 2020 kemarin memutuskan datang ke Surabaya dan konsultasi ke RSIA Kendangsari. Alhamdulillah puteri kami lahir 19 November kemarin," ungkap Didik. 

Pria asli Banyuwangi tersebut mengaku bahagia sekaligus terharu atas keberhasilannya bersama sang istri. Saat ini, bayi mungil dengan berat 1.750 gram tersebut masih dirawat di NICU RSIA Kendangsari Surabaya. 

Sebelum melakukan program bayi tabung, Titin harus melakukan operasi akibat perekatan organ usus dan rahim yang menghambat proses reproduksi alami. Tak bisa langsung mewujudkan mimpinya memperoleh momongan, pasangan yang tinggal di NTT tersebut harus menunggu dua bulan paska operasi. 

"Setelah operasi kami menunggu 2 bulan baru bisa bayi tabung. Saat awal program, musibah kedua datang. Usaha kami di NTT habis terkena banjir bandang. Tembok-tembok ambruk dan barang rusak. Kami cuma bisa ikhlas dan terus komitmen menjalankan program ini," kata Didik. 

Usaha yang dirintisnya sejak lama harus ia relakan hancur akibat terpaan banjir bandang. Cobaan tersebut tak menyurutkan tekad Didik dan Titin untuk melanjutkan program. 

Akhirnya program bayi tabung mulai mereka jalani tahap demi tahap. Betapa bahagia pasangan suami istri tersebut ketika mendapai bayi kembar berhasil ditanam ke rahim sang istri. Titin dinyatakan hamil pada April 2021 lalu. 

Cobaan belum berakhir, di usia kehamilan yang masih tergolong muda, ia harus merelakan satu bayinya meninggal. Tak lama setelahnya ibu bayi harus dioperasi karena terjadi pembuntuan usus. 

Baca juga: 9 Tahun Penantian Buah Hati Astrid Herawaty, Sempat Gagal Program Bayi Tabung

"Rasanya campur aduk tidak bisa digambarkan waktu itu. Sedih tapi harus tetap bertindak untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meski berisiko, saya optimistis operasi akan lancar. Alhamdulillah berjalan lancar," papar Didik. 

Belum sembuh dari duka kehilangan salah satu bayi dan operasi illius obstruktif, pasangan suami istri tersebut dihadapkan lagi dengan kenyataan pahit. Memasuki usia kehamilan sang istri di 33-34 minggu, air ketuban pecah dan habis. 

Tim dokter tidak bisa mempertahankan lagi dan terpaksa harus segera melakukan operasi sesar untuk menyelamatkan keduanya. "Panik, khawatir dan takut jadi satu. Tapi saya tetap yakin ini adalah bagian dari jalan Tuhan yang harus dilalui. Saya pasrah," ujarnya. 

Proses operasi sesar yang memakan waktu 4 jam tersebut ternyata membuahkan hasil manis. Seorang bayi mungil perempuan berhasil dilahirkan. Meski masih dirawat di inkubator, bayi tersebut menunjukkan progres dan terus membaik. 

"Karena sangat kecil dan prematur jadi harus dirawat di inkubator dulu. Setelah bayi saya lahir, semua pengorbanan itu rasanya terbayarkan. Memang butuh banyak pengorbanan baik materi, tenaga, dan lapang dada. Tapi tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha. Dan saya membuktikannya sendiri," pungkasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1289 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved