Fakta Menarik Soal Bayi Tabung, Embrio Calon Bayi Bisa Disimpan 'Frozen' Sampai Puluhan Tahun 

Istilah penanaman embrio ke dalam rahim tak asing lagi bagi yang menjalankan program in vitro fertilization atau IVF.

ISTIMEWA
Ilustrasi bayi tabung 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - Istilah penanaman embrio ke dalam rahim tak asing lagi bagi yang menjalankan program in vitro fertilization atau IVF. Dikenal juga sebagai program bayi tabung, IVF belakangan makin diminati. 

Tak hanya bagi pejuang buah hati yang lama tak kunjung dikaruniai momongan, namun juga bagi pasangan yang ingin mengatur jarak kehamilan. 

Dalam prosedur bayi tabung, sel telur yang telah diambil dan dibuahi akan menjadi beberapa embrio. Embrio ini yang nantinya akan ditanam ke dalam rahim perempuan sehingga terjadi kehamilan. 

IVF bisa dilakukan fast transfer setelah sel sperma bertemu di embrio, kemudian di transferkan langsung. Ada yang rahim sudah siap atau ada juga kepentingan lain, jadi akan dilakukan freezing atau disimpan beku. 

"Saat pembuahan akan didapat beberapa embrio sekaligus. Pasangan program bayi tabung bisa pilih mau ditanam satu atau kembar. Sisanya bisa disimpan untuk kehamilan berikutnya," ungkap dokter spesialis kandungan Morula IVF Surabaya dr Benediktus Arifin MPH SpOG (K) FICS saat acara HUT ke-9 Morula Surabaya, Minggu (28/11/2021). 

Ia menuturkan, ada prosedur penyimpanan embrio milik pasangan program IVF tersebut sudah biasa dilakukan. Melalui prosedur tertentu, embrio bisa bertahan bertahun-tahun lamanya. Kualitas embrio juga tidak menurun. 

"Pasien saya ada yang menyimpan embrio kedua sampai bertahun-tahun. Program pertama mereka lakukan 2015 lalu, kami tanam satu embrio. Cadangan embrionya mereka simpan di Morula IVF dan 2021 ini kami bantu tanam kembali satu embrio. Jadi kehamilan kedua selisihnya 6 tahun," papar dr Ben sapaan akrabnya. 

Jika dilihat dari usia pembuatan embrio di tahun yang sama, bisa dibilang kedua bayi tersebut adalah embrio kembar. Namun bukan kembar identik. Hanya usia embrionya saja yang sama. 

"Kembar usia embrionya. Tidak dengan usia aslinya karena baru di tanam lagi tahun ini. Mereka masih punya cadangan embrio lagi. Cuma untuk penanamannya menunggu keputusan pasangan. Karena faktor usia juga kan memepengaruhi," jelasnya. 

Pasien dr Ben yang merupakan pasutri asal Sumenep, Madura, Aisyah Fiyanti dan Rifki tersebut viral di media sosial karena melahirkan bayi 'kembar' 6 tahun.

Baca juga: Perjuangan Didik Santoso dan Titin Memperoleh Momongan, Lewati 3 Kali Operasi saat Bayi Tabung 

Sebenarnya fenomena frozen embrio ini bukan hal baru dalam program IVF. dr Ben menjelaskan, embrio yang disimpan frozen sebenarnya bisa bertahan hingga puluhan tahun di luar negeri. 

"Di luar negeri ada rozen embrio yang bisa bertahan hingga hampir 30 tahun. Namun baru ditemukan di Amerika. Ada embrio donor yang usianya sampai 27-28 tahun di sana. Di Morula Surabaya sendiri, paling lama baru 6 tahun," imbuhnya. 

Meski disimpan beku dalam waktu bertahun-tahun lamanya, lanjut dr Ben, kualitas genetik dari embrio tidak akan rusak. Selama penyimpanan dilakukan menggunakan teknologi frozen khusus dan saat diencerkan juga menggunakan teknologi yang baik. 

Menurut penuturan dr Ben, pasien Morula IVF Surabaya sendiri sebenarnya banyak menyimpan embrio setelah tindakan bayi tabung pertama.

Baca juga: Program Bayi Tabung, Solusi Pasangan yang Ingin Punya Bayi Kembar hingga Pilih Jenis Kelamin

"Yang menyimpan embrio banyak sekali. Karena memang rencana hamilnya tidak hanya satu kali saja. Embrio disimpam bertahun-tahun. Namun, yang terlama memang baru 6 tahun. Tetapi banyak yang sudah menyimpan sudah 4 hingga 5 tahun," jelasnya. 

Meski penyimpanan embrio bisa dilakukan dalam waktu yang lama, dr Ben menyarankan pada para pejuang program IVF untuk memerhatikan usia. Sebab, keberhasilan dan kelancaran program bayi tabung juga tergantung pada usia perempuan yang akan hamil. 

"Usia perlu diperhatikan. Kalau nyimpan lama bisa saja. Tapi kalau usia sudah lanjut dan hamil kan pasti kesulitan. Jadi lebih baik memang segera ditanam embrionya kalau sudah siap," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1296 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved