Siaga Gelombang Ketiga Covid-19, RS PHC Surabaya Siapkan Ruang Rawat Inap Khusus dan Akses Berbeda

Sebagai sikap kewaspadaan jika terjadi gelombang ketiga pandemi Covid-19 menjelang akhir tahun, RS PHC Surabaya menyiagakan ruang rawat inap

ISTIMEWA
Tinjauan RS PHC Surabaya 

SURABAYA - Sebagai sikap kewaspadaan jika terjadi gelombang ketiga pandemi Covid-19 menjelang akhir tahun, RS PHC Surabaya menyiagakan ruang rawat inap khusus.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirut RS PHC Surabaya, Abdul Rofid Fanany. Ditemui di rumah sakit kawasan Perak Utara, Abdul Rofid mengaku pihaknya sudah siaga sejak awal. Beberapa prosedur mulai dijalankan sebagai langkah antisipasi datangnya gelombang ketiga Covid-19.

"Kami selalu siap dan siaga di segala kondisi. Memang harapannya gelombang ketiga jangan sampai terjadi. Tapi tetap menyiapkan untuk kemungkinan terburuk. Semua prosedur pelayanan pasien covid dan non covid kami matangkan," ujar Abdul Rofid ditemui Rabu (1/12/2021) sore.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan memisahkan akses antara pasien covid dan non covid dari awal. Pemisahan ini dilakukan dalam rangka mencegah penularan dengan membedakan gedung perawatan pasien.

Baca juga: Mulai Sekarang, Penumpang Kereta Api Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Baca juga: Lewat Kemenperin, vivo Indonesia Salurkan 100 Oxygen Concentrator untuk Bantu para Pasien Covid-19

"Hal ini sekaligus upaya kami meningkatkan mutu dan layanan pada pasien. Kami ingin memberikan layanan yang terbaik tentunya. Dengan pemisahan ini kami rasa pasien non covid akan merasa lebih tenang dan pasien covid juga bisa terlayani dengan baik," paparnya.

Abdul Rofid menjelaskan, setiap pasien dan pengunjung yang masuk ke kawasan rumah sakit akan dilakukan skrining kesehatan. Pihak rumah sakit juga akan mengurangi jumlah kunjungan dan penjagaan dari pihak luar.

"Selain itu kami juga berlakukan perlindungan pada tenaga kesehatan yang bertugas dengan melakukan general cleaning dan disinfeksi berkala. Kami juga siapkan APD sesuai standard dan pastikan vaksinasi dosis ketiga mencapai 100 persen," Abdul Rofid menguraikan.

Langkah lain RS PHC Surabaya untuk mengantisipasi datangnya gelombang ketiga Covid-19 yakni dengan tetap membiarkan adanya tenda-tenda darurat untuk perawatan pasien. Pihak rumah sakit sengaja tidak membongkar tenda darurat sebagai upaya kesiagaan.

"Memang sengaja tenda-tenda darurat di belakang tidak kami bongkar karena ada jalur pipa oksigen dan beberapa komponen yang dibutuhkan pasien. Jadi, misal kalau ada kondisi kegawatdaruratan lagi kami langsung siaga, tapi kami berharap itu tidak terjadi," katanya.

Tak hanya akses dan layanan saja, kesiagaa. RS PHC Surabaya juga terlihat dari persiapan ruang dan bed khusus untuk pasien Covid-19. Menurut Abdul Rofid, pihaknya sudah menyiapkan bed khusus untuk pasien Covid-19 sebanyak 170 bed.

"Persiapan lain seperti obat-obatan, APD bahkan data base relawan juga sudah disediakan. Kalau ada situasi genting seperti yang terjadi saat gelombang dua, kami sudah siap. Relawan yang dulu membantu akan kami undang lagi untuk bertugas di sini," tambahnya.

Ditanyai kapan mulai menerapkan kesiagaan, Abdul Rofid menyampaikan pihaknya selalu siap dan siaga. Seperti kasus yang terjadi pada Oktober 2021 lalu, RS PHC Surabaya merawat para Anak Buah Kapal (ABK) yang positif Covid-19 secara bersamaan.

Q"Siaga itu pasti selalu kami terapkan sebagai layanan kesehatan terutama saat pandemi yang tidak bisa ditebak ini. Bulan Oktober lalu bahkan ada 8 ABK yang positif Covid-19 dari KKP, prosedur perawatan Covid-19 langsung kami jalankan kembali," tutupnya

 

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1299 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved