Koleksi Busana 'Sens' dari Yunita Kosasih, Ada Kombinasi Kain Lurik yang Terbuat dari Benang Sisa

Koleksi Busana 'Sens' dari Yunita Kosasih, Ada Kombinasi Kain Wastra Lurik yang Terbuat dari Benang Sisa

ISTIMEWA
Koleksi Busana 'Sens' dari Yunita Kosasih 

TRIBUNJATIMWIKI.COM, SURABAYA - ' Sens' adalah kemampuan untuk mengerti, mengenali, menilai atau bereaksi terhadap sesuatu, terutama kemampuan manusia untuk merasa, mencium, mendengar, melihat dan mengecap. 

Bagaimana manusia mampu merasakan udara berhembus di sekitarnya, mendengar suara ombak, serta menghirup segarnya udara pantai. Hal tersebut lah yang menginspirasi desainer Yunita Kosasih untuk memunculkan suatu koleksi busana yang unik. 

"Kemampuan merasakan sesuatu, melihat atau mendengar yang biasa kita lakukan menjadi inspirasi bagi saya untuk membuat koleksi busana yang saya beri nama 'Sens' ini," kata Yunita saat dihubungi, Kamis (13/1/2022). 

Baca juga: Koleksi Himaya Series 2 Karya Ulfa Mumtaza, Suguhkan Keunikan Wastra Nusantara Batik Gedog Tuban

Koleksi busana ' Sens' ini mengedepankan sustainable fashion. Di mana kain lurik banyak dipakai sebagai kombinasi kain wastra nusantara yang memberikan sentuhan fashion berbeda. 

Kain lurik sendiri merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang berusaha untuk terus dijaga eksistensinya, salah satunya oleh Yunita Kosasih sendiri. 

"Kain lurik yang saya pakai untuk kombinasi busana Sena kali ini bukan kain lurik biasa. Yang membuat berbeda adalah cara p

engolahannya, yakni menggunakan benang-benang sisa kemudian ditenun secara manual," jelasnya. Dalam 12 koleksi yang ia bawakan, Yunita Kosasih memilih busana dengan nuansa biru keabu-abuan yang menunjukkan kesan simpel, ringan, trendy serta resort look. Sebagian besar koleksi busananya kali ini memiliki cutting i line. Ada busana yang terdiri dari one piece maupun two pieces. 

Baca juga: 8 Hal yang Perlu Diperhatikan para Pesepeda Perempuan 

"Saya juga berkolaborasi dengan The Theme yang pada kali ini juga ingin memaksimalkan gerakan sustainable fashion. Mereka mengeluarkan koleksi aksesori terbarunya melalui pemakaian sampah botol plastik," Yunita Kosasih memaparkan. 

Sampah botol plastik tersebut, menurut Yunita Kosasih, dipadupadankan dengan pemakaian mutiara dan aplikasi berwarna silver sehingga menghasilkan aksesori yang fashionable dan wearable. 

Yunita Kosasih juga berkolaborasi dengan Fili Craft, sebuah brand Crafter yang juga mengedepankan gerakan sustainable fashion. 

"Dengan ini kami ingin mengajak semua para pelaku industri kreatif untuk melihat, merasa dan mendengar 'value' dari bumi kita. Karena kita ini manusia, seharusnya dapat menjadi solusi bukan polusi," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1359 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved