Pilih Resign Kerja di Klinik Kecantikan, Dodi Sukses Jadi Youtuber Penghasilan Rp 15 juta Perbulan

Dodi Sefriadi memilih resign alias keluar dari perusahaan dan klinik kecantikan dan berkecimpung di dunia YouTuber

Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id/ Imam Nawawi
Dodi, mengedit video di studio rekaman nya yang berada di Perumahan Rengganis Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari Jember untuk diupload di Chanel Youtube, Minggu (18/12/2022) 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIMWIKI.COM, JEMBER- Khawatir jadi karyawan abadi. Mungkin itu yang menjadi alasan Dodi Sefriadi resign alias keluar dari perusahaan dan klinik kecantikan di Jember, Jawa Timur . 

Lalu dia memilih jadi Youtuber untuk mengembangkan Chanelnya yang telah dirintis sejak tahun 2019.

Setiap hari, pria berusia 28 tahun tersebut memproduksi video dengan mengotak-atik laptop dan Kamere di rumahnya yang berada di Perumahan Rengganis Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari Jember

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) sekarang sudah memiliki jumlah subscriber sebanyak 500 ribu dengan nama Chanel Youtube Dodi Sefriadi. 

"Di tahun 20222 ini Kalau pendapatan dari Youtube sekitar 10 hingga 15 juta perbulan," ucap pria yang akrab disapa Dodi ini, Minggu (18/12/2022) 

Laki-laki kelahiran Jakarta ini mengaku tidak menyangka bisa memperoleh pendapatan sebesar dari iklan media sosial tersebut. Sebab, dia beranggapan membuat chanel Youtube, hanya sebatas menyalurkan hobi. 

"Saya memang ada hobi dibidang digital, seperti fotografi, editing foto dan desain grafis. Saya memang senangnya disitu, jadi dengan adanya Youtube ini saya berfikir itu menjadi wadah yang tepat menyalurkan hobi, awalnya itu aja,"kata Dodi. 

Baca juga: Profil Haerunnisah, Belajar Karakter Banyuwangi Dari Media Sosial


Mengingat saat itu, masih bekerja di Perusahaan Kecantikan Skin Care di Jember. Sehingga, Dodi mengaku membuat konten di Youtube pada awal tahun 2019 untuk mengisi waktu luang di luar jam kerja. 

Menurut dia, butuh waktu tujuh bulan untuk bisa memperoleh monetisasi oleh Yautube, sejak awal pembuatan chanel. Dari situlah akhirnya bisa memperoleh pendapatan dari media sosial tersebut. 

"Karena saat itu kondisi nya Covid-19 dan pendapatan perusahaan menurun, akhirnya saya memutuskan keluar, dan memilih fokus di Yautube, hingga saat ini," tambah Dodi lagi. 

Setelah fokus pada mengelola chanel youtube, Dodi merasa, pendapatanya justru jauh lebih besar dari perusahaannya tepat sebelumnya, dia bekerja. 

"Bisa tiga hingga empat kali lipat lebih banyak dari Youtube, cuma kalau di youtube tidak terprediksi pendapatannya berapa, sama kayak orang jualan. Tetapi kalau di perusahaan kan sudah pasti pendapatannya berapa,"imbuhnya.

Dodi mengaku diawal keluar dari perusahaan kecan tikan, pedapatan dari iklan youtube kisaran masih kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000 juta. 

"Dan sekarang alhamdulillah setelah fokus mengelolal Youtube ini pendapatan makin besar, saya bisa beli rumah dan dua kendaraan sepeda motor," urainya. 

Kunci keberhasilan mengelola konten kreator, menurut Dodi adalah membuat karya yang menarik, serta konsosten dalam memproduksi. 

"Buat konten yang menarik dan berbeda dari lainnya, itu pasti akan viral,. Soalnya banyak konden media sosial, tapi tidak menarik untuk ditonton,"tutur pria yang pernah jadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa di UIJ ini. 

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
1659 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved